‘Nyeduh’ di Event Bank Indonesia, Kru Kopi Gading Cempaka Hampir Mati Gaya

Home » General » ‘Nyeduh’ di Event Bank Indonesia, Kru Kopi Gading Cempaka Hampir Mati Gaya

‘Nyeduh’ di Event Bank Indonesia, Kru Kopi Gading Cempaka Hampir Mati Gaya

Bukan kali pertama Kopi Gading Cempaka ‘nyeduh’ di event-event. Setiap event yang diikuti tentu punya cerita masing-masing. Nah kali ini kami akan bercerita tentang keikutsertaan Kopi Gading Cempaka di acara “Temu Responden Inspirasi UMKM”.

Event yang diadakan Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu ini bertempat di Hotel Grage (red, Horizon) Bengkulu, Selasa 4 Desember 2018.

Fokus dari event kali ini adalah memperkenalkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di Provinsi Bengkulu.

Bukan hanya Kopi Gading Cempaka yang turut andil memeriahkan, namun ada beberapa UKM yaitu, Jeruk Kalamansi, Telur Gung, Kojek, Kembang Tahu, dan Pisang Coklat (Piscok). Selain itu juga ada fashion show batik Basurek asli Bengkulu.

Di sini kami bukan mau menjelaskan tentang UKM tersebut. Tapi kami akan cerita perihal ‘keluguan’ yang dilakukan “Kru Kopi Gading Cempaka” kepada Andy F. Noya.

Yee…pasti heran kok Andy F. Noya. Andy yang mana nih? Ya, Andy F. Noya itu loh yang punya acara Kick Andy yang tayang di MetroTV.

Bang Andy ini adalah salah satu bintang tamu dari event tersebut. Beliau lah yang menjadi host di acara tersebut.

Sebelum acara dimulai, Bang Andy dan tamu undangan termasuk Kepala Perwakilan Bank Bengkulu Endang Kurnia Saputra yang akrap dipanggil pak Dang, rombongan Bank Indonesia serta Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mampir ke booth UKM yang berjejer di depan pintu masuk acara.

Berhubung terdesak dengan waktu acara yang sudah mau dimulai, Bang Andy dan lainnya tidak sempat menghampiri beberapa UKM, termasuk Kopi Gading Cempaka. Akhirnya rasa sedikit kecewa itu muncul. Maklum kaaan manusia gitu. Selanjutnya kami tetap profesional kok membuat pesanan pelanggan.

Beberapa waktu kemudian, memasuki acara inti, dibahas tentang produk-produk unggulan yang ada di lokasi acara oleh bapak Plt Gubernur. Berikut juga ada penyebutan Kopi Gading Cempaka, ‘sontak’ Bang Andy mengatakan jika ia baru teringat belum coba kopi Bengkulu.

“Oh iya tadi ada Kopi, tapi kita belum coba,” kata Bang Andy.

Tak menunggu lama, salah seorang panitia meminta kami untuk buat kopi. Dengan senang bercampur rasa ‘takut’ kami memulai ‘nyeduh’ dengan level ekstra hati-hati.

Lalu kami diminta mengantar pesanan kopi tersebut langsung ke atas panggung. Percaya tidak percaya.

“Yakin kak, kami boleh ke panggung?” celetuk kami tak yakin.

“Yakin mbak, silahkan aja,” jawab panitia itu.

Kami naik memberanikan diri tanpa aba-aba setelah narasumber menyampaikan materi.

“Ini apa?” kata bang Andy.

“Kopi bang,” jawab kami singkat.

“Oh jangan-jangan karena tadi disindir saya gak dapat kopi nih,” kata bang Andy dengan gaya humornya.

Setelah kami serahkan kopi siap saji, kami sodorkan kopi kemasan juga. Robusta dan Arbaika khas Bengkulu.

“Ini punya Cina ya? Kok ada since nya,” tanya bang Andy.

“Oh itu Bengkulu punya dong Bang, kopi asli Bengkulu,” jawab kami masih di atas panggung bersama inspirator itu.

“Kok ada tulisan since?” tanyanya dengan menahan gelak tawa.

“Itu artinya sejak Bang,” kami menjawab juga sambil tertawa.

“Mau minta foto kalian?” tanya dia.

“Oh boleh Bang?” jawab kami dengan nada tak yakin.

“Wuih sombong langsung jawab mau,” canda dia.

“Ditawari, kami mau dong, sesekali ditawari sama yang biasa dikejar-kejar buat foto,” cetus kami dalam hati. Hehe

Spesial kedua kalinya itu, pak Dang Kepala Perwakilan BI Bengkulu naik ke atas panggung dan memfotokan kami. Tak tanggung-tamggung. WoW…rasa-rasa gimana, sekelas pak Dang mau jadi ‘tukang foto’. Salut dan hormat banget deh pak.

“Nah kalian bakal sulit nih minta fotonya sama Pak Adang,” celetuk Bang Andy.

Kami tertawa sembari turun setelah bersalaman dengan Bang Andy walaupun sempat kikuk di atas panggung. [Rika Kurnia Ningsih]

By |2018-12-05T16:45:08+00:0005/12/2018|General|

Leave A Comment