Mau Awet Muda? Minum Ini!

Home » Artikel » Mau Awet Muda? Minum Ini!

Mau Awet Muda? Minum Ini!

Dari 127 studi yang berhasil dianalisis, ilmuwan menyimpulkan bahwa kopi itu baik untuk dikonsumsi. Kopi dapat memperbaiki DNA kita. Selain dapat menenangkan tubuh, ternyata kopi juga dapat membantu mencegah kanker, diabetes tipe 2 serta penyakit Parkinson.

Dalam kamus kedokteran dijelaskan bahwa Penyakit Parkinson adalah degenerasi sel saraf secara bertahap pada otak bagian tengah yang berfungsi mengatur pergerakan tubuh. Gejala yang banyak diketahui orang dari penyakit ini adalah terjadinya tremor atau gemetaran. Sedangkan gejala awalnya biasanya sulit dikenali.

Mari kenali gejala awal penyakit Parkinson: Pertama, merasa lemah atau terasa lebih kaku pada sebagian tubuh. Kedua, gemetaran halus pada salah satu tangan saat beristirahat.  Setelah gejala awal tersebut, akan muncul gejala-gejala lain yang mungkin dialami oleh penderita, seperti gemetaran makin parah dan menyebar, otot terasa kaku dan tidak fleksibel, pergerakan menjadi lambat, dan berkurangnya keseimbangan dan juga koordinasi tubuh.

Selain itu, penderita penyakit Parkinson juga bisa mengalami gejala fisik lainnya (misalnya konstipasi, sulit tidur atau insomnia, kehilangan indera penciuman atau anosmia, serta masalah daya ingat) dan gejala psikologis seperti cemas dan depresi.

Di Negara California, kopi “ditakuti” karena dianggap mengandung karsinogen. Zat-zat karsinogen inilah yang menyebabkan kanker karena ia dapat mengubah asam deoksiribonukleat (DNA) dalam sel-sel tubuh, dan hal ini mengganggu proses-proses biologis. Karsinogenik adalah sifat mengendap dan merusak terutama pada organ paru-paru karena zat-zat yang terdapat pada rokok.

Namun ilmuwan menganggap ini hal bodoh karena masih sangat lemah. Dalam penemuannya, ilmuwan menyebutkan, manusia butuh meminum 2.000 cangkir kopi sehari untuk sampai pada tingkat yang menyebabkan kanker. Jadi ketakutan terhadap kanker yang ada di zat pada kopi dianggap hanya omong kosong belaka (pseudoscientific).

 

Fakta Sebenarnya tentang Kopi

Ilmu sains sudah membuktikan bahwa minum kopi sangat baik untuk kita. Sebagaimana tertuang di sebuah artikel Annual Review of Nutrition yang menggambarkan sebuah meta-analisis dari 127 studi tentang pengaruh kopi terhadap kesehatan manusia. Meta-analisis dilakukan di Universitas Catania di Italia dengan konsep uji coba acak dan studi observasional sesuai dengan metodologi dan reliabilitasnya. Hasilnya menjadi “studi super”.

Meta-analisis tersebut menemukan bukti bahwa minum kopi dapat: Pertama, dapat menurunkan risiko kanker umum -termasuk payudara, kolorektal, kolon, endometrium dan prostat – dengan pengurangan risiko 2 sampai 20 persen, tergantung pada jenis kankernya. Kedua, dapat menurunkan risiko 5 persen untuk penyakit kardiovaskular. Ketiga, sekitar 30 persen untuk diabetes Tipe 2 dan penyakit Parkinson.

Keempat, dapat menurunkan resiko tingkat kematian yang lebih rendah. Kopi, ternyata mengandung antioksidan alami yang merupakan molekul yang mengurangi radikal bebas yang merusak sel kita dan menyebabkan kita menua. Kopi juga memperbaiki DNA kita, sehingga membuat sel kita cenderung mencegah kita resiko terserang kanker.

Kelima, kopi juga merupakan obat anti-inflamasi alami yang menenangkan tubuh kita sehingga kita tidak bereaksi berlebihan terhadap stres. Akhirnya, kopi meningkatkan efisiensi enzim yang mengatur metabolisme insulin dan glukosa, sehingga menangkis diabetes Parkinson dan Tipe 2.

Selaian rasanya enak, ternyata kopi memang jauh dari bahaya seperti yang ditakutkan orang selama ini. Kopi justeru bisa menjadi obat bagi kita. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, minumlah kopi setidaknya empat sampai lima gelas dalam sehari.

Eiiittt…tidak semua bisa mendapatkan maaf dari kopi. Seperti orang hamil, dianjurkan untuk tidak berlebihan dalam mengkonsumsi karena kopi dapat meningkatkan resiko keguguran. Ini bukan berarti kopi merusak kesehatannya lho karena kopi selalu memiliki manfaat kesehatan yang sangat besar. [*]

 

 

Sumber: www.dream.co.id, www.inc-asean.com, www.alodokter.com, www.wikipedia.org, The Washington Post
By | 2018-02-11T15:30:17+00:00 11/02/2018|Artikel|

Leave A Comment