Kopi, Minuman Orang-Orang Mulia

Home » General » Kopi, Minuman Orang-Orang Mulia

Kopi, Minuman Orang-Orang Mulia

Berikut keterangan berihal manfaat dan keutamaan kopi menurut kitab Tadzkiruun Naas karya Al Imam Al Habib Ahmad bin Hasan Al At_thas:

روي أن رجلاً صالحاً من أهل المغرب كان يجتمع بالنبي صلى الله عليه وسلم يقظة فقال: يا رسول الله إنّي أشرب القهوة فما أقول عند شربها ؟

Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki shalih dari Maghrib (Maroco) pernah berkumpul bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam keadaan terjaga lalu berkata; Wahai Rasulallah, sesungguhnya aku adalah peminum kopi, karena itu, apa yang harus aku baca ketika meminumnya?

قال: *قل :*

Rasulallah shallallahu alaihi wasallam bersabda; “Bacalah;

*اللهم اجعلها نوراً لبصري وعافيةً لبدني وشفاءً لقلبي ودواءً لكلّ داء يا قوي يا متين*

Wahai Allah jadikanlah kopi ini cahaya bagi pandanganku, kesehatan bagi tubuhku, kesembuhan bagi hatiku dan obat segala penyakit wahai Dzat Yang Mahakuat lagi Kokoh.

*واتل البسملة واشرب.*

Dan bacalah Basmalah, lalu minum”.

ثمّ قال: *إن الملائكة تستغفر لك ما دام طعم القهوة في فمك.*

Kemudian beliau melanjutkan; “Sesungguhnya malaikat senantiasa memohonkan ampun untukmu selama aroma kopi itu masih tercium di mulutmu”.

[Keterangan]

لا تسأل أيها السلفي المتحجر عن سند الرواية، فالحديث وإن كان منقطعاً وإن كان راويه الوحيد مجهول فإنه صحيح. لأن راويه المجهول هو من الأولياء الصالحين الذين يرون رسول الله يقظةً.

Wahai kaum salafi yang membatu, janganlah kamu mempertanyakan sanad hadits ini. Hadits ini sekalipun Munqoti’, perawinya tunggal dan majhul, sesungguhnya ini adalah hadits shahih, karena perawi yang majhul itu adalah (Sayyid Ahmad bin Ali Bahr al-Qadimi) salah seorang wali yang shalih yang mampu melihat Rasulullah dalam keadaan terjaga.

ثم اعلم ايها القلب المكروب أن هذه القهوه قد جعلها اهل الصفاء مجلبة للأسرار مذهبة للأكدار .

“Kemudian ketahuilah duhai hati yang gelisah bahwa kopi ini telah dijadikan oleh Ahli shofwah (orang-orang yang berhati bersih) sebagai pengundang akan datangnya rahasia ketuhanan dan penghapus kesusahan”. [Imam Ibnu Hajar Al Haitami]

قال احمد بن علي السبكى ; واما منافعها يعني القهوه تقريبا … فالنشاط للعبادة والأشغال المهمة وهضم الطعام وتحليل الرياح والقولنج والبلغم كثيرا

Imam Ahmad As Subki berkata; “Manfaat kopi yaitu seputar untuk meningkatkan semangat ibadah dan pekerjaan penting, menghancurkan makanan, agar tidak masuk angin dan menghilangkan dahak yang banyak”.

Dalam kitab Tarikh Ibnu Toyyib dikatakan;

*يا قهوة تذهب هم الفتى # انت لحاوى العلم نعم المراد*

“Wahai pemuda, kopi adalah penghilang kesusahan seni’mat-ni’matnya keinginan bagi engkau yang sedang mencari ilmu”.

*شراب اهل الله فيه الشفا # لطالب الحكمة بين العباد*

“Kopi adalah minuman orang yang dekat dengan Allah yang didalamnya ada kesembuhan bagi pencari hikmah diantara manusia”.

*حرمها الله على جاهل # يقول بحرمتها بالعناد*

“Allah mengharamkan kopi bagi orang bodoh yang mengatakan keharamannya dengan keras kepala”.

Asy-Syekh Ali Bin umar asy-Syadzili rahimahullah menggubah bait syair tentang kopi;

‎ﻗَﻬْﻮَﺓُ ﺍﻟْﺒُﻦِّ ﻳَﺎ ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟْﻐَﺮَﺍﻡْ * ﺳَﺎﻋَﺪَﺗْﻨِﻲْ ﻋَﻠَﻰ ﻃَﺮْﺩِ ﺍﻟْﻤَﻨَﺎﻡْ

Wahai orang-orang yang asyik dalam cinta sejati dengan-Nya, kopi membantuku mengusir rasa kantuk”.

‎ﻭَﺃَﻋَﺎﻧَﺘْﻨِﻲْ ﺑِﻌَﻮْﻥِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻋَﻠﻰ * ﻃَﺎﻋَﺔِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻢُ ﻧِﻴَﺎﻡْ

Dan dengan pertolongan Allah, kopi dapat menolongku untuk taat beribadah kepada-Nya di kala orang-orang sedang terlelap”.

‎ﻗَﺎﻓُﻬَﺎ ﺍﻟْﻘُﻮْﺕُ ﻭَ ﺍﻟْﻬَﺎﺀُ ﺍﻟْﻬُﺪَﻯ * ﻭَﺍﻭُﻫَﺎ ﺍﻟْﻮُﺩُّ ﻭَ ﺍﻟْﻬَﺎﺀُ ﻫِﻴَﺎﻡْ

“‎ﻗَﻬْﻮَﺓُ (kopi); (ق)Qaf nya adalah Quut (makanan), (ه)Ha’ nya adalah Hudaa (petunjuk) # (و)Wawu nya adalah Wudd (cinta), dan (ه) Ha’ terkahirnya adalah Hiyam (pengusir kantuk)”.

‎ﻻَ ﺗَﻠُﻮْﻣُﻮْﻧِﻲْ ﻋَﻠَﻰ ﺷُﺮْﺑِﻲْ ﻟَﻬَﺎ * ﺇِﻧَّﻬَﺎ ﺷُﺮْﺏُ ﺳَﺎﺩَﺍﺕٍ ﻛِﺮَﺍﻡٍ

“Janganlah kau mencelaku karena aku minum kopi sebab kopi adalah minuman orang-orang yang mulia”.

Dalam kitab Tadzkiruun Naas dikemukakan;

ﻭﻛﺎﻥ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﻄﺎﺱ ﻳﻘﻮﻝ : ﺇﻥ ﺍﻟﻤﻜﺎﻥ ﺍﻟﺬﻱ ﻳُﺘﺮﻙ ﺧﺎﻟﻴﺎً ﻳﺴﻜﻨﻮﻥ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺠﻦ ، ﻭﺍﻟﻤﻜﺎﻥ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﻔﻌﻞ ﺑﻪ ﺍﻟﻘﻬﻮﺓ ﻻ ﻳﺴﻜﻨﻮﻧﻪ ﺍﻟﺠﻦ ﻭﻻ ﻳﻘﺮﺑﻮﻧﻪ .

Bahwasannya Al Habib Abu Bakar bin Abdillah Al At_thas berkata; Sesungguhnya tempat (rumah) yang ditinggalkan dalam keadaan kosong, akan ditempati para jin. Sedangkan tempat (rumah) yg disana terbiasa membuat wedang kopi, para jin tidak akan bisa menempatinya dan tidak akan mendekatinya”.

[Tadzkiruun Naas karya Al Imam Al Habib Ahmad bin Hasan Al At_thas hal 177]

By |2018-12-12T11:45:57+00:0012/12/2018|General|

Leave A Comment